Month: December 2018

Soal Pajak E-Commerce, Menkominfo: Supaya Ada Keadilan

E-commerce saat ini memang menjadi salah satu topik yang tidak habis-habisnya untuk dibahas di khalayak umum. Dimana hal ini diakibatkan oleh banyaknya toko-toko online di sosial media yang kini sudah beroperasi begitu lama, dan sudah memiliki pelanggan yang jumlahnya tidak sedikit. Bukan hanya itu, berbagai aplikasi penyedia toko yang menyuguhkan berbagi kebutuhan manusia sehari-harinya, menjadi salah satu pertimbangan undang-undang peraturan untuk masalah e-commerce ini. Mengingat Indonesia sebelumnya belum memiliki peraturan mengenai hal tersebut dalam undang-undang.

Lalu, Apa Saja Sih Poin-Poin Yang Ada Di Peraturan Tersebut?

Kita ketahui bahwasanya usaha seperti membuka toko online, atau sebuah penyedia toko online yang sudah banyak sekali kita ketahui. Dan karena hal itulah menjadi salah satu hal yang harus membutuhkan sebuah peraturan untuk bisa berjalan dengan sebenarnya, dan lainnya. Oleh karenanya ada beberapa hal atau poin yang diberikan dalam peraturan ini:

  • Untuk penyedia sendiri

Dimana disini penyedia market place seperti Tokopedia, Shoppee, dan lainnya harus memiliki NPWP yang mana harus dikukuhkan sebagai PKP. Hal ini sudah diatur dan sudah beroperasi pada tahun 2018 lalu pada tanggal 1 April.

  • Melaporkan PPN dan PPH 1

Dimana seorang penyedia market place harus melaporkan PPN serta PPH-nya pada pedagang serta penyedia jasa yang mereka pakai. Dalam hal ini pelaporannya berkaitan pada kegiatan pemungutan PPN, mengalkulasikan dan menyetor PPN tersebut, hal ini menyangkut dengan penyediaan barang, dan lainnya.

  • Melaporkan PPN dan PPH 2

Hal ini juga harus dilakukan, dimana yang bersangkutan harus membuat sebuah laporan berupa pemungutan, penyetoran dan lainnya, serta pelaporan PPN serta PPH yang ada, untuk penyedia dari Marketplace. Hal ini menyangkut kaitannya dengan penjualan barang yang dimiliki oleh platform Marketplace tersebut.

  • Melaksanakan tutup buku atau rekapitulasi setiap tahun

Dimana hal ini dilakukan oleh pedangan yang mana menggunakan platform tersebut untuk menjual barang mereka. Dan mereka harus melakukan rekapitulasi. Yang mana terkait dengan penjualan di bulan tersebut, tersisa berapa, dan barang yang terjual berjumlah berapa.

Lalu, Adakah Peraturan Lainnya Untuk Masalah E-Commerce Tersebut?

Karena hal ini menyangkut dua pihak yang mana sama-sama berada dalam satu platform marketplace tersebut. Maka ada sebuah poin-pon tersendiri untuk pihak selanjutnya, dimana dalam peraturan tersebut, mereka harus menaati dan harus melakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Beberapa poinnya ialah:

  • Untuk penyedia serta pedagang

Yang mana dalam hal ini mereka merupakan salah satu pihak yang menawarkan dagangannya disana. Mereka harus memberikan nomor NPWP mereka kepada penyedia atau pihak dari marketplace tersebut. Dan harus benar dan valid.

  • Mendaftar untuk NPWP

Dimana para pedagang atau penyedia jasa belum memiliki nomor NPWP, maka diwajibkan untuk mereka mendaftar diri mereka untuk mendapatkan nomor NPWP yang mana harus mereka miliki. Sehingga mereka tidak kesusahan dalam menyetorkan nomor NPWP mereka kepada pihak marketplace tersebut.

  • Menyetor PPH pada pihak marketplce

Dimana untuk akhir dari tarif PPh sendiri sebesar kurang lebih 0,5% dari omzet yang dihasilkan dalam setahunnya. Untuk omzetnya sendiri, harus kurang dari 5 miliar dalam satu tahun. Dan itu harus dilaksanakan dengan teliti, dan lainnya.

  • Menyetorkan PPN

Dimana dalam menyetorkan PPN sendiri jika pihak pedangan atau lainnya memiliki omzet lebih dari 4 miliar. Hal tersebut dihitung dalam jangkau waktu satu tahun, dan terus menerus jika berganti tahun. Dan hal tersebut harus dilakukan dengan teliti, dan lainnya. Sekian.

7 Destinasi Wisata Kepulauan Talaud Terindah

Disini akan memberikan beberapa destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi waktu liburan Anda bersama keluarga atau sanak saudara Anda. Mengingat berlibur untuk saat ini memang masih menjadi salah satu cara untuk bisa merekatkan tali persaudaraan, saling memiliki satu sama lain serta lainnya. Hal ini juga biasanya menjadi salah satu cara juga untuk meningkatkan rasa cinta pada pasangan satu sama lain. Yang mana dengan hal tersebut mereka semakin merasakan memiliki satu sama lain, dan lebih memiliki rasa cinta yang lebih, dengan berkunjung ke Kepulauan Talaud misalnya.

Namun, Bicara Masalah Kepulauan Talaud, Apa Saja Sih Destinasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Disana?

Salah satunya ialah menyusuri desa Adat Bannada. Dimana desa tersebut merupakan destinasi wisata yang terletak di ujung utara di Pulau Karakelang. Desa ini memiliki cerita sejarah yang sangat unik. Dimana banyak penduduk disana mempercayai bahwasanya tempat tersebut dahulunya merupakan tempat dari istana kerajaan Pododisa. Ada juga lainnya:

  • Keindahan biru laut dari Pulau Sara

Dimana pulau ini sangat terkenal dengan pasir putih yang sangat halus, serta biru air laut yang belum terjamah sama sekali oleh berbagai pelancong dari mana pun. Ya, mengingat letak pulau ini sangat terpencil, dan untuk mengakses kesana, Anda harus ekstra dalam berjuangnya.

  • Mendapatkan keberkatan di Monumen Yesus

Untuk Anda umat Kristiani, pastinya wajib untuk berkunjung ke wisata ini. Dimana Anda akan melihat patung Yesus yang besar, yang mana berada di Monumen tersebut. Monumen ini memiliki keseluruhan tinggi yakni sekitar hampir lebih dari 30 meter, yang mana berada persis di wilayah kabupaten Talaud.

  • Keindahan senja dari Danau Lotah

Dimana senja yang didapatkan sangat cantik dari Danau Lotah ini. Danau ini berada di sebuah desa bernama Desa Moronge. Banyak yang percaya juga dengan sebuah cerita rakyat yang mengisahkan danau ini. Dan hal tersebut sudah tersebar di berbagai masyarakat sekitarnya.

  • Keindahan dari Gua Batu Kapal

Siapa bilang di Talaud  hanya ada pulau, danau, dan lainnya. Di Talaud juga memiliki destinasi wisata yang sangat cantik, yakni Gua Batu Kapal. Gua ini merupakan salah satu obyek wisata yang kaya akan sejarah, yang mana bisa dijadikan sebuah tambahan ilmu Anda. Obyek wisata ini juga berada di kawasan wisata Pantai bernama Tinuwang.

Tapi, Berapa Sih Biaya Untuk Kesana?

Semua hal itu tergantung pada diri Anda sendiri. Karena memang keadaan ekonomi semua orang tidak ada yang sama. Ada yang biasa-biasa saja, ada juga yang memang wah dan memiliki biaya yang lebih untuk bisa berwisata disana lebih lama. Untuk lebih gampangnya ialah, Anda mengibaratkan jika Anda berwisata ke Raja Ampat. Biayanya bagaimana dan lainnya. Dan hal tersebut, hampir sama jika Anda ingin ke Kepulauan Talaud ini.

Juga untuk masalah persiapan dan lainnya. Semuanya juga tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Karena memang semua karakter orang di dunia ini berbeda-beda. Ada yang memang sangat detail, dimana mereka akan sangat detail dalam persiapan akan berwisata ke suatu tempat, jadi memang agak ribet. Namun ada juga yang simpel, jadi mau berwisata kemana pun bawa seperlunya.

Namun memang untuk pembiayaannya tersendiri, agar lebih afdol Anda bisa searching terlebih dahulu ke website-website yang memang menyediakan berbagai info mengenai pembiayaan ke sana. Namun untuk Anda yang memang lebih suka yang simpel, Anda bisa ke sana dengan menggunakan agen travel.  Sekian.