Kita sudah ketahui, bahwasanya Amerika Serikat dengan Indonesia, memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan sangking dekatnya, kedua negara ini telah mulai bekerja sama dalam sektor apa pun sejak lama. Mulai dari infrastruktur wilayah, masalah pendidikan, dan lainnya. Dan kita juga mengetahui bahwasanya di Pemerintahan Jokowi, beliau memperpanjang perjanjian antara Amerika Serikat dengan Indonesia, yang mana hal itu juga memiliki tujuan yang sama. Yakni memperbaiki wilayah negara semakin membaik.

Lalu, Poin Apa Saja Sih Yang Mereka Sepakati?

Salah satunya ialah dalam masalah infrastruktur. Dimana kedua pihak seperti perusahaan Applied Materials dari Amerika dengan PT PLN dari Indonesia, membuat kesepakatan tentang infrastruktur listrik yang bertransmisi. Yang mana hal ini guna untuk mewujudkan infrastruktur listrik yang bermuat 500 KW. Ada juga lainnya:

  • Dalam masalah bahan bakar

Dimana PT PERTAMINA membuat kesepakatan dengan perusahaan ExxonMobil Amerika membuat sebuah kesepakatan bahwasanya mereka akan memberikan pasokan yakni gas alam cair kepada pihak Pertamina, untuk diolah menjadi bahan bakar. Sehingga pasokan bahan bakar tidak akan terkena limit lagi.

  • Penghematan listrik, dan lainnya

Dimana pihak dari Indonesia yakni jasa pembangkit listrik telah menandatangani sebuah perjanjian dengan perusahaan GE dari Amerika Serikat. Bahwasanya mereka akan membantu Indonesia mengurangi pembiayaan listrik yang ada di Indonesia, berkurangnya emisi karbon, dan lainnya

  • Mengurangi sampah

Dimana Indonesia telah menandatangani perjanjian bahwasanya perusahaan Greenbelt dari Amerika akan membantu perusahaan Jababeka dalam mengurangi limbah sampah yang ada di Indonesia. Dengan cara membuat sebuah proyek bernaka JabaEco, yang mana hal tersebut menjadi cara dalam mengurangi limbah sampah yang ada.

  • Bidang transportasi udara

Dimana yakni pihak Honeywell (Amerika Serikat) menandatangani perjanjian dimana mereka akan membantu pihak dari Indonesia yakni PT Dirgantara Indonesia dalam masalah transportasi udara. Dimana mereka akan menyediakan mesin berbasis turboprop yang berjumlah lebih dari 30 mesin yang disediakan oleh mereka untuk Indonesia, dan lainnya.

Namun, Apa Sih Negatifnya Dari Bekerja Sama Dengan Mereka?

Memang diakui bahwasanya bekerja sama dengan negara yang satu ini, sangat menguntungkan. Dan bahkan karena hal tersebut, pemerintah Indonesia memperpanjang hubungan kerja samanya dengan pihak dari Amerika Serikat sendiri. Namun tahukah Anda bahwasanya yang namanya bekerja sama dengan siapa pun, pasti ada negatifnya. Begitu juga dengan kerja sama ini, yakni:

  • Ketergantungan

Hal ini sudah pasti. Dimana sebenarnya Indonesia bisa berdiri sendiri. Namun karena hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak lama, oleh karenanya lambat laun Indonesia mulai ketergantungan bekerja sama dengan mereka. Mulai dari meminta bantuan dalam bidang infrastruktur, dan lainnya.

  • Kebijakan ekonomi

Dimana hal tersebut juga bergantung dengan mereka. Tanpa disadari bahwasanya Indonesia mulai terpatok dengan kriteria mereka. Dimana semakin hari, nilai rupiah semakin menurun. Dan hal tersebut pastinya tanpa kita sadari. Bayangkan saja, 1 dolar, tahun lalu sudah mencapai hampir 14 ribu. Bagaimana dengan tahun ini?

  • Masuk keluarnya TA ke Indonesia

Ditambah dengan sistem MEA, hal ini juga memudahkan tenaga asing bisa masuk keluar Indonesia. Mereka akan mulai bersaing dengan orang pribumi Indonesia secara ketat, dan lainnya. Dan alhasil, banyak dari masyarakat Indonesia yang mulai kehilangan pekerjaan mereka, hilang kesempatan mereka untuk bersaing, dan lainnya.

  • Hidup konsumtif

Masih ingat bukan dengan peribahasan “besar pasak daripada tiang”? Ya, hal itulah yang bisa digambarkan dengan kehidupan yang sekarang. Dimana orang akan lebih suka berbelanja hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak begitu mereka butuhkan, namun demi keinginan mereka, akhirnya mereka membeli. Hal itu juga pemicu beberapa produk luar negeri bisa masuk dengan mudahnya ke wilayah Indonesia.

  • persaingan perdagangan sangat ketat

dimana orang Indonesia akan lebih suka memakai merk barang dari luar negeri ketimbang dengan miliki dalam negeri. Karena hal ini dibarengi dengan budaya barat yang semakin hari semakin banyak yang masuk dan tidak di filter oleh pihak Indonesia sendiri. Ada hal yang harus mereka pilah. Walaupun mereka menyukai produk luar negeri, namun liriklah juga yang bermerek dalam negeri. Sekian bahasan kali ini semoga bermanfaat. Terima kasih.